Pelajaran 5. Gerak Semu Tahunan Matahari

Petunjuk Kegiatan Ayo Membaca (READ)

Pada tahap ini, mahasiswa diharapkan untuk:

  1. Membaca seluruh teks bacaan dengan cermat dan seksama.
  2. Mengeksplorasi sumber tambahan melalui tautan (link) yang disediakan.
  3. Menandai bagian penting atau ide utama setiap paragraf.
  4. Mencatat hal-hal yang belum dipahami untuk dibahas pada tahap selanjutnya.

5. Gerak Semu Tahunan Matahari by Gunadi Rustian
Gerak semu tahunan matahari adalah pergerakan matahari yang sebenarnya diam namun tampak seolah-olah bergerak, sebab yang sebenarnya  bergerak adalah bumi yang mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya. Proses ini berlangsung sepanjang tahun secara berulang di garis ekliptika, yaitu bidang edar berupa garis khayal yang menjadi jalur lintasan bumi dalam mengelilingi matahari. 

Setiap tahunnya, matahari bergeser sedikit demi sedikit dari garis khatulistiwa (ekuator) ke belahan bumi utara dan balik kembali ke belahan bumi selatan, dengan melewati kembali garis khatulistiwa. Pergerakan ini hanya seolah-olah, dikarenakan ini hanya sebagai dampak yang terlihat ketika bumi berputar mengelilingi matahari dengan kondisi miring. 

Akibat posisi miring ini, maka pada bulan-bulan tertentu terlihat matahari tampak condong ke utara, maka disebut matahari sedang berada di daerah belahan bumi utara, dan sebaliknya ketika posisi miring itu condong ke selatan, maka disebut matahari sedang berada di daerah belahan bumi selatan,

Pergeseran matahari ke arah belahan bumi utara terjadi antara bulan Desember – Juni, sedangkan pergeseran matahari ke arah belahan bumi selatan terjadi antara bulan Juni – Desember. Untuk lebih memahaminya, perhatikan link video youtube berikut ini :

Bila dihitung pergeserannya terjadi selama 6 (enam) bulan sekali dalam setahun. Sebagai ilustrasi, perhatikan gambar berikut ini:

Pada gambar di atas,  sepanjang tahun posisi matahari berubah-ubah:

  1. Pada 23 Maret posisi matahari ada di daerah khatulistiwa 
  2. Pada 21 Juni posisi matahari bergeser ke arah belahan bumi utara
  3. Pada 23 September posisi matahari ada di daerah khatulistiwa 
  4. Pada 22 Desember posisi matahari bergeser ke arah belahan bumi selatan, dan seterusnya.

Untuk lebih jelas memahaminya, perhatikan gambar berikut. 

Simulasi Gerak SemuSkema

Pada gambar di atas, tampak bumi mengelilingi matahari pada ekliptika atau mengikuti jalurnya dengan arah berlawanan arah jarum jam. Terlihat daerah bumi terbagi pada dua garis balik, yaitu garis balik utara dan garis balik selatan. Saat bergerak dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan antara bulan Juni – Desember, maka posisi belahan bumi utara agak miring mendekati matahari, sementara belahan bumi selatan agak miring menjauhi matahari. Hal ini dikarenakan bentuk bumi yang bulat agak pepat, sehingga kemiringan bumi membentuk sudut 23,5o terhadap matahari.

Ketika melintasi daerah ekuator atau khaltulistiwa pada bulan Sepetember, maka posisi matahari menghadap secara langsung dengan daerah khatulistiwa. Akibatnya wilayah Indonesia yang merupakan daerah khatulistiwa akan merasakan hawa panas yang sangat luar biasa dan tidak bisa melihat bayangan benda. Hal ini karena saat itu posisi matahari tepat berada di atas kepala, sehingga bayangan akan tegak lurus dengan sebuah benda, atau menghilang dalam beberapa detik. Fenomena ini sering disebut dengan equinox atau Hari Tanpa Bayangan. Perhatikan gambar dan  video  berikut ini :

Fenomena equinox atau Hari Tanpa Bayangan akan terjadi selama 2 (dua) kali dalam setahun. Nanti akan terjadi kembali pada bulan Maret, ketika matahari bergerak ke titik balik dari belahan bumi selatan ke arah belahan bumi utara dengan melewati garis khatulistiwa. Karena itu, gejala alam ini disebut fenomena tahunan.

Selanjutnya di bulan Desember, ketika posisi matahari tepat berada di belahan bumi selatan, maka sangat terlihat posisi belahan bumi utara agak miring menjauhi matahari, sedangkan posisi belahan bumi selatan agak miring mendekati matahari. Akibatnya di belahan bumi utara, suhu udara terasa lebih dingin dan sebaliknya  suhu udara di belahan bumi selatan terasa lebih panas.

Akibatnya bagi Indonesia, suhu udara akan tetap relatif sama namun hanya seolah-olah melihat posisi matahari ada di sebelah selatan.  Hal ini dikarenakan posisi matahari sedang berada di sebelah selatan. Sederhananya dapat dibuktikan sebagaimana gambar di samping ini.

Gambar 15. Simulasi Posisi Matahari

Pada gambar tersebut, seorang anak berdiri dengan menghadap ke arah utara dan melihat bayangan tubuh mengarah ke utara, maka artinya dapat disimpulkan bahwa posisi matahari saat itu sedang berada di sebelah selatan. Kondisi ini, umumnya akan terjadi ketika matahari bergerak ke titik balik dari belahan bumi selatan ke arah belahan bumi utara antara bulan Desember – Juni dan melewati garis khatulistiwa pada bulan Maret.

Dalam persepektif agama Islam, salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang membahas tentang fenomena ini adalah:
Dari Abu Dzar Al-Ghifari, Ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “sesungguhnya matahari bergerak dalam orbit tertentu, dan ketika telah mencapai waktu terbenamnya, Ia berada di bawah arsy Allah SWT. Kemudian Ia berdoa, dan Allah SWT mengizinkannya berdo’a. Kemudian Allah SWT berfirman, “Kembalilah kamu ke tempatmu semula”. Kemudian matahari bergerak hingga mencapai waktu terbenamnya yang lain. Ini adalah kehendak Allah yang Mahakuasa dan Mahabijaksana. “ (HR. Bukhari Muslim).>

Berkaitan dengan peristiwa alam terjadinya gerak semu tahunan matahari, bagi Indonesia yang berada di daerah khatulistiwa akan memunculkan fenomena menarik seperti equinox atau Hari Tanpa Bayangan. Dampaknya udara terasa lebih panas, terasa gerah, dan kelembaban berkurang karena besarnya intensitas penyinaran matahari yang terjadi di Indonesia. Berikut jadwalnya:

Berdasarkan gambar di atas, untuk wilayah Bandar Lampung terjadi pada tanggal 4 Maret 2024, pukul 12.10 WIB. Karena itu BMKG menghimbau pada seluruh masyarakat agar mengurangi aktifitas di luar rumah, menjaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi, seperti ikan, sayur-sayuran, buah-buahan, dan minum minuman yang banyak agar terhindar dari dehidrasi. 

Dalam perspektif etnosains, makanan bisa menjadi simbol atau identitas tiap daerah, karena bahan-bahan makanan yang ada dan dimakan setiap hari, tentunya menyesuaikan dengan keadaan alam dan sumber daya alam yang ada di daerah tersebut, seperti tradisi masyarakat Lampung Pepadun dan Saibatin yang memakan seruit. Orang Lampung Pepadun nyeruit biasanya menggunakan ikan sungai, sedangkan orang Lampung Saibatin cenderung nyeruit dengan memanfaatkan ikan laut. Hal tersebut bisa dipahami karena masyarakat Lampung  Pepadun umumnya mendiami daerah pedalaman dan dataran tinggi Lampung, seperti Abung, Way Kanan, dan Way Seputih (Pubian). Oleh karena itu, ikan yang dikonsumsi lebih banyak ikan-ikan sungai. Sebaliknya, orang Lampung Saibatin umumnya mendiami daerah pesisir Lampung yang membentang dari timur, selatan, hingga barat, seperti daerah Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, dan Bandar Lampung, sehingga tidak mengherankan sangat mudah untuk mendapatkan ikan-ikan laut.

Budaya nyeruit hingga kini masih terpelihara dan menjadi icon khas kuliner Lampung. Asal mulanya, seruit adalah makanan khas masyarakat Way Kanan, Lampung, namun kini telah meluas dan menjadi tradisi masyarakat Lampung secara turun-menurun. Tradisi ini dapat menumbuhkan keakraban dan kebersamaan antar anggota keluarga. Karena tradisi ini dilakukan umumnya pada acara-acara besar, seperti upacara pernikahan, selametan keagamaan, dan upacara adat. Perhatikan gambar di bawah ini :

Gambar 17. Seruit, makanan khas Lampung

Seruit sendiri adalah olahan ikan yang dibakar atau digoreng. Bila  menggunakan jenis ikan sungai, umumnya seperti belida, baung, layis, gabus, patin, seluang, dan lain-lain. Bila digunakan ikan laut, berupa semua jenis ikan air dalam atau ikan karang, seperti ikan marlin, cikalang, simba, tuna, tongkol, baronang, kerapu, bawal laut, dan lain-lain. Ikan kemudian dicampur sambal terasi dan tempoyak. Tempoyak adalah makanan yang merupakan hasil fermentasi dari buah durian atau mangga, dan ditambah dengan sedikit air jeruk lesum atau air aren, dan potongan mangga yang ditabur di atasnya.

Mengkonsumsi seruit lebih nikmat disantap bersama dengan nasi hangat, ikan pindang, gulai taboh, dan hidangan lalapan yang bervariasi, seperti timun, petai, kemangi, kol, tomat, terong bulat kecil, terung ungu bakar, rebus-rebusan (labu, bayam, wortel kacang panjang, jagung muda, daun singkong atau  papaya), daun jambu, daun adas, jinar (semacam kunyit berwarna putih dan rasanya segar seperti kweni muda), serta julang-juling (seperti jengkol namun ukurannya kotak). Umumnya apa saja semua jenis tumbuhan yang biasanya cocok tumbuh di Lampung dan menjadi tradisi lauk-pauk masyarakatnya.

Hidangan di atas kemudian diaduk dan ditempatkan dalam satu tempat. Biasanya memanfaatkan daun pisang sehingga memberikan aroma khas. Untuk minumannya, khasnya dihidangkan serbat yaitu jus minuman dari mangga kweni. Saat nyeruit, semua orang duduk di atas alas tikar atau lesehan. Kemudian, cara menyantapnya tidak menggunakan peralatan makan, seperti sendok dan garpu, namun menggunakan tangan. Tradisi makan ini dilakukan beramai-ramai karena pandangan orang Lampung, nyeruit tidak terasa nikmat jika dilakukan sendirian. Untuk lebih jelasnya perhatikan link video berikut ini :

Private

  • You do not have permission to view this forum.

Petunjuk Kegiatan Ayo Menjawab (ANSWER)

Pada tahap ini, mahasiswa diharapkan untuk :

  1. Menjawab seluruh pertanyaan pra-pembelajaran dengan cermat dan seksama
  2. Bersikap jujur serta mengerjakan secara mandiri tanpa bantuan orang lain
  3. Mengeksplorasi bacaan lanjutan melalui tautan (link) yang telah disediakan untuk memperkuat pemahaman.
  4. Menandai bagian teks penting yang membantu menemukan jawaban
  5. Mencatat nomor soal atau bagian pertanyaan yang belum dipahami untuk dibahas pada tahap diskusi.
  6. Mengunggah (submit) jawaban pada kolom lembar jawaban yang telah disediakan setelah selesai mengerjakan.

Private

  • You do not have permission to view this forum.

Pertanyaan PraPembelajaran

Materi 5: Gerak Semu Tahunan Matahari

Klik untuk menyembunyikan petunjuk

Petunjuk pengisian:

  1. Pahami soal secara cermat dan hati-hati
  2. Tulis atau buat jawaban di lembar jawabanmu sendiri.
  3. Format jawaban yang diterima adalah dokumen, foto, atau video.
  4. Unggah (upload) jawaban dengan mengklik tombol upload di kolom jawaban.

——————————————————————————————————-

Petunjuk Kegiatan Ayo Berdiskusi (DISCUSS)

  1. Buatlah kelompok dengan anggota 4-5 orang
  2. Bacalah kembali hasil jawaban Anda pada tahap Answer.
  3. Kemukakan catatan penting dari hasil membaca hasil bacaan
  4. Kemukakan nomor-nomor pertanyaan pra-pembelajaran yang dianggap sulit atau belum dipahami.
  5. Ikuti forum diskusi yang akan dilaksanakan, baik luring atau daring sesuai arahan dosen.
  6. Berikan tanggapan atau pendapat Anda terhadap pertanyaan pra-pembelajaran yang sedang dibahas bersama.
  7. Tanggapi pendapat teman Anda secara sopan dan argumentatif dengan mengacu pada teori, data, atau hasil bacaan.
  8. Catat hasil kesimpulan diskusi kelompok atau individu dalam bentuk ringkasan singkat atau peta konsep.
  9. Unggah (submit) hasil kesimpulan diskusi kelompok tersebut pada kolom tugas yang telah disediakan.

Petunjuk Kegiatan Ayo Menjelaskan (EXPLAIN)

  1. Buatlah kelompok dengan anggota 4–5 orang
  2. Bacalah kembali hasil bacaan pada tahap Read, jawaban Anda pada tahap Answer dan catatan penting pada tahap Discuss.
  3. Jelaskan kembali hasil temuan atau kesimpulan kelompok Anda dengan menggunakan bahasa sendiri secara sistematis dan logis.
  4. Kaitkan penjelasan tersebut dengan konsep ilmiah yang relevan serta nilai-nilai etnosains dan keislaman yang terkandung dalam topik pembelajaran
  5. Sampaikan hasil penjelasan kelompok di forum kelas (luring atau daring) sesuai arahan dosen.
  6. Berikan umpan balik atau klarifikasi terhadap penjelasan kelompok lain dengan sikap santun dan argumentatif.
  7. Buatlah ringkasan akhir hasil eksplanasi dalam bentuk peta konsep atau tabel perbandingan.
  8. Unggah (submit) hasil eksplanasi kelompok pada kolom tugas yang telah disediakan.

Unggah video penjelasan lewat google drive. Jangan lupa untuk memastikan bahwa video dapat diakses semua orang (jangan dikunci).

Petunjuk Kegiatan Ayo Berkreasi (CREATE)

  1. Berdasarkan hasil tahap Menjelaskan, buatlah karya kreatif yang menggambarkan pemahaman Anda terhadap materi IPA yang sedang dipelajari.
  2. Karya dapat berupa:
    1. Rumusan pertanyaan produktif untuk investigasi lebih lanjut mengenai suatu fenomena terkait materi rotasi atau revolusi bumi yang sedang dipelajari. Pertanyaan ini masih berupa konsep awal (belum diimplementasikan) yang menggambarkan kemampuan berpikir kritis dan rasa ingin tahu ilmiah.
    2. Perancangan prosedur ilmiah dalam bentuk rancangan eksperimen sederhana, yang masih berada pada tataran ide namun menunjukkan pemahaman metodologis dari hasil eksperimen sebelumnya.
    3. Penciptaan produk ilmiah dan seni, seperti miniatur sistem tata surya, animasi, poster edukatif atau infografis tentang perubahan musim di Lampung, video pembelajaran interaktif, atau media pembelajaran daur ulang (misalnya membuat maket pergerakan bumi menggunakan barang bekas).
    4. Karya seni kontekstual, seperti lukisan atau himbauan edukatif bertema lingkungan, yang dikaitkan dengan nilai-nilai budaya Lampung seperti piil pesenggiri dan nilai-nilai keislaman.
  3. Setiap kelompok terdiri dari 4–5 mahasiswa dengan pembagian tugas yang jelas.
  4. Jelaskan secara singkat ide dasar, proses pembuatan, serta makna ilmiah dan budaya dari karya yang dihasilkan.
  5. Gunakan bahasa yang sopan, kreatif, dan tetap ilmiah dalam penyajian hasil karya.
  6. Presentasikan hasil kreasi Anda di forum kelas atau unggah ke kolom tugas (submit) sesuai arahan dosen.

Sebagai tambahan ide untuk berkreasi, berikut beberapa contoh pilihan yang dapat kamu pertimbangkan:

    1. Permasalahan sosial yang dapat menjadi inspirasi, yaitu: Ketika pergerakan matahari ke utara/selatan, rentang waktunya tidak selalu sama sesuai teori pergerakan matahari, misalnya pada bulan Juni – Desember matahari mengarah ke selatan dan pada bulan Desember – Juni matahari mengarah ke utara. Apakah yang terjadi, apakah ada hubungannya dengan gerak revolusi bumi?
    2. Membuat visualisasi kreatif tentang pergerakkan matahari ke arah utara dan selatan dengan deskripsi sebagai berikut :
      • Menyajikan peta dunia yang membagi wilayah belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.
      • Memunculkan matahari secara bergantian berbolak-balik ke Utara dan Selatan. Contoh, pada bulan Desember matahari berada di belahan bumi selatan, Maret di daerah khatulistiwa, dan bulan Juni di belahan bumi utara. Selanjutnya pada bulan September, kembali berada daerah khatulistiwa, dan pada bulan Desember kembali berada di belahan bumi selatan.